Last Update Artikel Manajemen

Ads Artikel Manajemen:

Cari Apa Saja Disini:

Pertukaran Charger Nokia Gratis


Nokia menyelenggarakan pertukaran charger gratis. Eits, tunggu dulu ada apa ini. Nokia mulai tanggal 9 November 2009 memulai sebuah program pertukaran charger secara gratis. Charger yang ditukar adalah charger Nokia tertentu yang dibuat oleh penyedia pihak ketiga.

Siaran pers Nokia Indonesia, Senin (9/11) menyebutkan program pertukaran charger merupakan proses rutin kendali mutu. Nokia, tulis siaran pers tersebut menemukan sebuah potensi yang berkaitan dengan mutu produk yang diakibatkan oleh charger tertentu yang dibuat oleh salah satu penyedia pihak ketiga.

Berdasar penelitian terungkap bahwa penutup berbahan plastik dari charger tersebut pada situasi tertentu dapat menjadi longgar dan terlepas. Akibatnya komponen dalam charger menjadi terbuka dan menyebabkan potensi sengatan listrik jika komponen dalam charger disentuh secara langsung ketika charger dalam keadaan tersambung pada sumber listrik.

Sejauh ini, tidak ada laporan yang diterima Nokia tentang adanya kecelakaan atau luka yang berhubungan dengan charger-charger tersebut. Model charger yang teridentifikasi antara lain AC-3E dan AC-3U di produksi antara 15 Juni, 2009 dan 9 Agustus, 2009 dan AC-4U yang di produksi antara 13 April 2009 dan 25 Oktober 2009.

Nokia menambahkan charger yang bisa ditukarkan antara lain memiliki ciri-ciri antara lain, terdapat identitas produsen yakni BYD. Sementara pada kode produki yang terdiri dari 26 digit, pada digit ke 7 dan 9 apabila terdapat angka 925 hingga 932 untuk tipe AC-3U dan AC-3E atau angka 916 sampai 943 untuk tipe AC-4U.

Ayo siapa yang punya model charger seperti disebut di atas segera hentikan pemakaian dan buruan tukarken mumpung gratis. Untuk penukaran bisa menghubungi Nokia Care terdekat.


Source : Republika.co.id

Cincin Perkawinan Obama Ternyata Made In Indonesia


Sudah seharusnya produk Indonesia menjadi kebanggaan bangsanya, apalagi semakin banyak pengakuan dunia terhadap produk-produk buatan anak negeri ini. Salah satu yang menjadi pembicaraan akhir-akhir ini di majalah New York Times adalah cincin perkawinan Obama yang ternyata made in Indonesia.

Negara Indonesia sepertinya tak bisa dilupakan oleh presiden terpilih Barack Obama. Karena cincin yang dipakai olehnya saat menikahi Michelle istrinya, kabarnya berasal dari Indonesia, seperti yang diungkap majalah New York Times, dengan judul"The First Marriage," edisi khusus mengenai kehidupan rumah tangga Barack Obama dan istrinya, Michelle.

Yang menarik adalah terungkapnya cincin kawin yang dikenakan Obama saat-saat upacara pernikahan antara Obama dengan Michelle Robinson pada 3 Oktober 1992, ternyata merupakan ukiran emas dari Indonesia. "Cincin Michelle tradisional, namun punya Barack merupakan desain ukiran emas dari Indonesia," lanjut artikel itu seperti dilansir VIVAnews.

Upacara pernikahan tersebut dipimpin oleh Pendeta Jeremiah Wright. "Dia memegang kedua cincin kawin yang akan mereka kenakan yang menandakan ikatan baru yang tak terpisahkan di hadapan para tamu di Gereja Trinity United Church of Christ," tulisnya.

Fakta di balik cincin kawin yang dikenakan Obama itu ditanggapi Anya Strzemien dari harian The Huffington Post. Dia terkesima dengan rumitnya ukiran cincin emas. "Kami selalu mengira bahwa cincin kawin yang dikenakan Obama hanyalah benda emas yang tua, sama seperti yang dipakai para pria kebanyakan. Namun, menarik mengetahui bentuk cincin seperti yang diberitakan di majalah New York Times Magazine," ujar Strzemien. "Well, bentuknya ternyata lebih stylish dari yang kita duga." tutupnya.


Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Bulan Oktober 2009


Bagaimanakah Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) setelah berakhirnya Ramadhan dan Idul Fitri serta beberapa peristiwa penting lainnya.

Pada bulan Oktober ini ternyata tidak banyak berubah hanya turun sebesar 0,1% dari September. Hal ini disampaikan Purbaya Yudhi Sadewa, Dirut lembaga riset DRI dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (6/11).

Dari kedua komponen yang membentuk IKK, komponen pertama, yaitu Indeks Situasi Sekarang (ISS), turun sebesar 0,8% menjadi 70,1 yang merupakan level terendah dalam enam bulan terakhir. Sementara itu, komponen ke dua, yaitu Indeks Ekspektasi (IE), naik sebesar 0,3% menjadi 100,4.

Penurunan sedikit pada IKK di Oktober mencerminkan adanya sedikit kekhawatiran konsumen terhadap kondisi ekonomi nasional saat ini dan juga, secara khusus, tingginya harga bahan makanan pokok dan makanan jadi. Walaupun jumlah konsumen yang mengkhawatirkan tingginya harga bahan makanan tersebut semakin berkurang (54,2% pada bulan Oktober atau turun dari 62,9% pada bulan September), masalah tersebut tetap merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi keadaan ekonomi lokal konsumen dalam tiga bulan terakhir.

Turunnya ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja di masa mendatang juga membuat keinginan konsumen untuk membeli barang-barang tahan lama menurun pada bulan Oktober. Prospek lapangan kerja yang kurang cerah tersebut membuat konsumen agak merasa khawatir terhadap prospek penghasilan mereka di masa mendatang. Karena itu, mereka sedikit mengurangi keinginan untuk membeli barang-barang tahan lama dalam 6 bulan mendatang. Menurut survei, konsumen yang berencana untuk membeli barang-barang tahan lama dalam 6 bulan mendatang turun dari 24,8% pada bulan September menjadi 22,7% pada Oktober.

Dengan berakhirnya Ramadan dan perayaan Idul Fitri, konsumen merasa yakin bahwa tekanan inflasi akan semakin berkurang. Indeks yang mengukur sentimen konsumen terhadap inflasi turun dari level tertingginya sejak bulan November 2008, yaitu 185,7 pada bulan September menjadi 181,9 pada bulan Oktober. Namun demikian, konsumen masih merasa yakin bahwa suku bunga akan naik. Sekitar 20,3% dari konsumen yang disurvei merasa yakin bahwa suku bunga akan naik sedangkan 10,2% dari mereka memperkirakan suku bunga akan turun.

Source : Inilah.com

Blog Widget by LinkWithin

Kompetisi Tebak Skor dan Dapatkan Handphone

Advertising:

Artikel Manajemen Lainnya:

Link Blog Artikel Marketing:

Advertising Artikel Manajemen:

Cari Apa Saja Disini:

REFRESHING - 'Klik' Untuk Beri Makan Ikan